oleh

TUHAN, GURU HONORER MERANGKAK MENUJU MASJID

diteks.co.id , Kabupaten Bekasi – Ribuan aksi unjuk rasa honorer se Kabupaten Bekasi, telah memasuki hari kedua. Bahkan dalam aksi tersebut, sebagian para honorer bermalam dan bertahan hingga pagi hari didepan pintu gerbang komplek Pemkab Bekasi.

amat disayangkan oleh para honorer, jangankan mendapatkan SK Bupati yang mereka tuntut, sekedar untuk melaksanakan sholat saja mereka tidak bisa, padahal didalam komplek Pemkab Bekasi terdapat sebuah masjid.

Peserta aksi shalat didepan gerbang Pemda Bekasi
“Jangankan untuk buang air kecil, mau sholat saja kita harus merangkak masuk lewat kolong pagar,sedih banget rasanya,” ucap salah seorang honorer kepada diteks.com.id.yang namanya tidak mau dipublikasikan, Selasa(25/9).

Menurutnya, semestinya Pemkab Bekasi memberikan toleransi kepada para honorer yang melakukan aksi unjuk rasa untuk memasuki area komplek Pemkab Bekasi untuk melaksanakan sholat atau keperluan yang sifatnya darurat.

“Pemerintah benar-benar tidak punya nurani sama sekali, mau sholat aja sampai tidak bisa masuk. Apa mereka tidak takut murka Tuhan?,” keluhnya.

PEMERINTAH DITUDING TIDAK PEDULI

Selain itu, ia mengaku kecewa dengan sikap Bupati dan Pemkab Bekasi yang terkesan tidak peduli dengan nasib para honorer.

Peserta aksi pinsan
Pasalnya, sudah berulang kali para honorer menuntut agar status mereka diakui dengan bukti SK Bupati serta pemberian kesejahteraan dan gaji yang sesuai dengan UMK.

“Seharusnya mereka(Bupati dan DPRD,red) berpikir, berkat jasa para guru lah mereka bisa menjadi orang besar. Tapi ternyata mereka sedikitpun tidak peduli,” ketusnya.(sholeh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed