oleh

BUPATI, RIBUAN TENAGA HONORER RELA BERJEMUR DITERIK MATAHARI

diteks.co.id – Kabupaten Bekasi, Terik matahari tidak lagi di rasakan oleh ribuan guru honorer,Demi mendapatkan Surat Keputusan(SK) dari Bupati Bekasi. Aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan guru honorer yang tergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kabupaten Bekasi, terus berlanjut tanpa kenal lelah .

Sampai Hingga memasuki hari kedua, tanpa peduli. dinginnya angin malam dan panas nya matahari Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang membawa anak dan keluarga mereka dalam aksi tersebut.

“Kami bawa anak dan keluarga kami, kami tidak peduli panas dan dinginnya malam. Kami akan tetap bertahan disini, sampai Bupati mengeluarkan SK,” kata Yanti,salah satu guru honorer saat ditemui diteks co.id, Selasa(25/9) disela-sela aksi unjuk rasa.

Dikeluhkannya dalam ugkapan , sebagai seorang pendidik dirinya mengaku kecewa dengan sikap Bupati Bekasi yang tidak mau memenuhi tuntutan para honorer.

Tiidak sedikit para honorer yang sudah mengabdi belasan hingga puluhan tahun menjadi seorang pendidik

Tutur nya 7“Kami tidak banyak meminta, kami hanya ingin pengakuan bupati dengan dibuatkannya SK sebagai bentuk pengangkatan dari honorer menjadi tenaga kontrak,” keluhnya.

GANTUNG BAJU SEBAGAI BENTUK PROTES

Sagat di sayangkan ucapan seorang. Guru honorer Yanti, kepada bupati. Kenpa tidak mau memenuhi tuntutan. Mereka. Yang sagat di harapkan saat ini dari para guru honorer,saya sagat kecewa berat tuturnya.

Adapun juga. Ucpan Salah satunya Mursadi, yang mengaku kecewa dengan pemerintah. Sehingga, dirinya dan para honorer lainnya melakukan aksi gantung baju didepan pintu gerbang komplek Pemkab Bekasi sebagai bentuk protes,atas ketidak pedulian Bupati Bekasi.

“Aksi gantung baju PDH ini sebagai bentuk protes ke pemerintah yang tidak peduli terhadap nasib honorer,” ucap Mursadi.

Tidak hanya itu saja, para guru honorer harus rela meninggalkan anak didik mereka, yang seharusnya tidak mereka tinggalkan.

“Kami juga meninggalkan anak didik kami di sekolah. Kan seharusnya pemerintah peduli mengenai persoalan ini. Tetapi mana kepeduliannya?,” pungkasnya.(sholeh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed