Bupati Bogor Ade Yasin menandatangani MoU kerjasama pembangunan dan pengelolaan Rest Area PKL Puncak

0
55

Kab Bogor Diteks.Co.Id-Hari ini Bupati Bogor Ade Yasin menandatangani MoU kerjasama pembangunan dan pengelolaan Rest Area PKL Puncak antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat dan PT Perkebunan Nusantara VIII, penandatanganan dilaksnakan di Pendopo Bupati Bogor,(16/5/2019)

Ia mengatakan pembangunan Rest Area PKL Puncak tidak hanya menyelesaikan permasalahan PKL tetapi juga menjadi solusi akan kebutuhan pasar produk Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kecamatan Cisarua maupun Kawasan Puncak.

“Kami menginginkan pembangunan Rest Area PKL Puncak juga menjadi solusi kebutuhan pasar dari produk UKM dan bukan hanya menyesaikan permasalahan PKL yang berjualan di pinggir Jalan Raya Puncak hingga membuat mereka beresiko menjadi korban bencana longsor maupun kecelakaan lalu lintas,” kata Ade Yasin.

Ia pun menambahkan setelah dibangun Rest Area PKL Puncak maka ratusan PKL harus masuk ke rest area hingga pemerintah pusat (KemenPU-Pera) bisa melaksanakan proyek pelebaran Jalan Raya Puncak.

“PKL Puncak ini bukan hanya permasalahan pemerintah daerah tetapi juga masalah nasional karena dengan lokasi berdagangnya mereka di jalan nasional sedikit banyak menimbulkan kemacetan hingga wajar pemerintah pusat ikut membangun Rest Area PKL Puncak. Semoga kegundahan masyarakat Puncak tentang kemacetan bisa terobati dengan adanya proyek pelebaran jalan karena membantu terurainya kemacetan lalu lintas,” tambahnya.

Ade menjelaskan dengan adanya Rest Area PKL Puncak dan lebih tertatanya objek wisata di Kawasan Puncak maka Ade optimis PAD Kabupaten Bogor akan meningkat.

“PAD Kabupaten Bogor salah satu penyumbamg terbesarnya adalah pajak dari restoran, hotel dan objek wisata hingga jika Kawasan Puncak lebih tertata maka itu akan meningkatkan PAD Kabupaten Bogor,” jelas Ade.

Sekjend KemenPU-Pera Anita Firmanti Eko Susetyowati menuturkan dengan dibangunnya Rest Area PKL Puncak maka diharapkan tidak ada lagi PKL yang berjualan di sepanjang Jalan Raya Puncak hingga jajarannya lebih leluasa dalam melaksanakan pelebaran jalan.

“Setelah PKL masuk ke Rest Area PKL Puncak maka kami akan melakukan pelebaran jalan hingga kemacetan di Kawasan Puncak bisa lebih lancar lagi lalu ujungnya wisatawan yang datang ke Puncak bertambah dan bermuara dengan meningkatnya PAD Kabupaten Bogor,” tutur Anita.

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara VIII Wahyu bersyukur MoU kerjasama pelaksanaan pembangunan Rest Area PKL Puncak antara KemenPU-Pera, Pemkab Bogor dan jajarannya busa terlaksana setelah direncanakan pada tahun 2017 lalu.

“Penandatanganan MoU ini sudah lama kami nantikan karena ini bagian dari penataan Kawasan Puncak khususnya perkebunan kami yang memiliki luas 1.600 hektare, Rest Area PKL Puncak dengan konsepnya yang sangat baik seiiring dengan program kami yaitu Agro Wisata atau Eco Wisata,” ucap Wahyu.

Ia melanjutkan saat ini komoditi tanaman teh nilainya menurun hingga PT Perkebunan Nusantara VIII harus mencari komoditi lainnya untuk tetap menghidupi Badan Usaha  Milik Negara (BUMN) ini.

“Mulai bulan ini kami akan mengganti sebagain lahan perkebunan kami dari komoditi tanaman teh menjadi buah alpukat karena melihat nilai ekonomisnya yang lebih tinggi, Kerjasama ini menjadi percontohan dan akan kami lakukan juga di Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung,” lanjutnya

Penulis: ? Awan Setiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here